
Pondok Pesantren Edi Mancoro, Kec. Tuntang, Kab. Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik 13 (KKNT 13) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan lele terintegrasi dengan tanaman hidroponik dan pengolahan hasil perikanan, sebagai upaya mendorong ketahanan pangan dan peningkatan nilai ekonomi warga.
Program ini mengusung konsep integrated farming, di mana budidaya ikan lele tidak hanya difokuskan pada pembesaran ikan, tetapi juga dikombinasikan dengan penanaman sayuran hidroponik serta inovasi pakan dan pengolahan hasil panen.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT 13 melakukan budidaya ikan lele dengan pemberian fish oil pada pakan untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan mempercepat pertumbuhan ikan. Selain itu, lele juga diberikan probiotik yang berfungsi menjaga kualitas air kolam serta meningkatkan daya tahan ikan terhadap penyakit.
Air dari kolam budidaya lele kemudian dimanfaatkan untuk sistem hidroponik, sehingga nutrisi dari sisa pakan dan kotoran ikan dapat diserap oleh tanaman. Tanaman hidroponik yang dibudidayakan antara lain sayuran hijau yang mudah dirawat dan memiliki nilai konsumsi tinggi.
Tidak berhenti pada proses budidaya, mahasiswa KKNT 13 UNDIP juga mengembangkan pengolahan hasil lele menjadi produk abon lele. Produk ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ikan lele serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Melalui program ini, mahasiswa KKNT 13 UNDIP berharap warga Pondok Pesantren Edi Mancoro dapat menerapkan sistem budidaya yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan usaha perikanan terpadu yang dapat terus dikembangkan oleh warga secara mandiri
