
Gedangan — Suasana berbeda tampak di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro pada Kamis, 9 April 2026. Para santri berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti Pemilihan Lurah Pondok (Putra dan Putri) yang dilaksanakan secara demokratis. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembelajaran kepemimpinan sekaligus praktik nyata nilai-nilai demokrasi di lingkungan pesantren.
Dengan penuh antusias, para santri menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin yang akan mengemban amanah selama satu periode ke depan. Proses pemilihan berlangsung tertib dan lancar hingga akhirnya menetapkan Guntur Wicaksana sebagai Lurah Putra dan Umi Nadziroh sebagai Lurah Putri terpilih.

VSalah satu santri, Muafa, mengungkapkan kesannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Saya baru pertama kali menemui pemilihan lurah yang dilakukan secara demokratis seperti ini di pondok. Di tempat saya mondok sebelumnya tidak ada sistem seperti ini,” tuturnya. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Edi Mancoro terus berupaya membangun sistem pembinaan santri yang adaptif dan edukatif.
Rangkaian kegiatan kepemimpinan santri kemudian dilanjutkan pada Sabtu, 11 April 2026 melalui agenda MUSTRI (Musyawarah Santri) serta SERTIJAB (Serah Terima Jabatan) OSEM (Organisasi Santri Edi Mancoro). Kegiatan MUSTRI dilaksanakan secara bersamaan antara santri putra dan putri, namun bertempat di lokasi yang berbeda. Santri putra melaksanakan musyawarah di serambi Masjid Darussalam, sementara santri putri bertempat di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro.

Kegiatan ini menjadi forum resmi untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari kepengurusan OSEM selama satu periode, sekaligus melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dijalankan.
Dalam sambutan pembukaan, Dr. K.H. Muhammad Hanif, M.Hum., selaku pengasuh pondok, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya. Beliau juga mendoakan agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Sementara itu, Asyhar Maulida selaku lurah sebelumnya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung selama masa kepemimpinannya, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan selama menjabat.
Di sisi lain, Guntur Wicaksana sebagai lurah terpilih menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengajak seluruh santri untuk bekerja sama dalam membangun lingkungan pesantren yang lebih baik. “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh santri agar dapat menjalankan amanah ini dengan maksimal,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemilihan lurah hingga musyawarah dan serah terima jabatan, berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh proses ini merupakan bagian dari upaya Pondok Pesantren Edi Mancoro dalam menanamkan orientasi utama pendidikan, yakni membentuk santri sebagai khodimul ummah. Melalui pengalaman organisasi, musyawarah, dan kepemimpinan, santri dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang siap mengabdi kepada umat, membawa manfaat, serta berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
