Pastur Mancanegara Kunjungi Pesantren Edi Mancoro, Dialog Lintas Iman Berlangsung Hangat dan Penuh Makna.

Gedangan, 23 April 2026 — Pondok Pesantren Edi Mancoro kembali menjadi ruang perjumpaan lintas budaya dan agama melalui kunjungan para pastur dari mancanegara dalam rangka Tertianship Program. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dengan berbagai agenda, salah satunya interreligious dialogue atau dialog antaragama.
Dalam program tersebut, Pondok Pesantren Edi Mancoro menjadi salah satu destinasi penting yang dikunjungi. Sebanyak empat pastur dari berbagai negara, yakni Italia, Amerika, dan India, turut hadir dalam kunjungan ini. Mereka didampingi oleh beberapa peserta dari Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan program.
Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak awal kunjungan. Para pastur berkesempatan untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro, Dr. KH. Muhamad Hanif, M.Hum. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai hal menarik seputar sejarah berdirinya pesantren serta sosok yang menjadi tokoh di balik lahirnya Pondok Pesantren Edi Mancoro.
Selain itu, dialog juga mengangkat konsep khodimul ummah, yaitu semangat pengabdian kepada umat yang menjadi nilai utama dalam pendidikan pesantren. Para peserta tampak antusias menggali lebih dalam tentang bagaimana Islam diajarkan secara moderat, toleran, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
Setelah sesi dialog, para tamu diajak berkeliling untuk melihat langsung lingkungan Pondok Pesantren Edi Mancoro. Mereka mengunjungi area asrama dan beberapa sudut pesantren lainnya. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika para pastur menyaksikan aktivitas santri pada sore hari yang sedang mengaji. Dengan suasana yang sederhana namun khidmat, kegiatan tersebut memberikan gambaran nyata tentang kehidupan santri sehari-hari.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana untuk saling belajar dan memahami perbedaan. Melalui pertemuan seperti ini, diharapkan dapat terbangun jembatan yang lebih kuat dalam mempererat hubungan antaragama dan budaya.
Pondok Pesantren Edi Mancoro sendiri terus berkomitmen untuk menjadi ruang terbuka bagi dialog, sekaligus menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga tempat tumbuhnya nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kemanusiaan.
Penulis : Ata Malika Hrisnandi
